Catatan Gempa Bumi dan Tsunami di Dunia

Sebuah gempa besar kembali mengguncang wilayah sumatera. Episentrumnya berada di di 410 kilometer barat Pulau Sinabang dan berlangsung sekitar 15 detik. Kejadian itu mengingatkan kembali bangsa Indonesia pada kejadian dahsyat gempa bumi yang disusul gelombang tsunami pada 26 Desember 2004 silam. Saat itu, gempa berkekuatan 8,9 pada skala Richter dan gelombang laut raksasa yang melanda enam negara di Asia Tenggara telah menewaskan lebih dari 156.000 orang.

Tsunami (bahasa Jepang: secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. Tenaga setiap tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Dengan itu, apabila gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun. Gelombang tersebut bergerak pada kelajuan tinggi, hampir tidak dapat dirasakan efeknya oleh kapal laut (misalnya) saat melintasi di laut dalam, tetapi meningkat ketinggian hingga mencapai 30 meter atau lebih di daerah pantai. Tsunami bisa menyebabkan kerusakan erosi dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan.

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Kebanyakan kota di sekitar Samudra Pasifik, terutama di Jepang juga di Hawaii, mempunyai sistem peringatan dan prosedur pengungsian sekiranya tsunami diramalkan akan terjadi. Tsunami akan diamati oleh pelbagai institusi seismologi sekeliling dunia dan perkembangannya dipantau melalui satelit.

Bukti menunjukkan tidak mustahil terjadinya megatsunami, yang menyebabkan beberapa pulau tenggelam.

Catatan Sejarah Tsunami di Dunia

27 Agustus 1883

Gunung berapi Krakatau di Indonesia meletus dan gelombang tsunami yang menyapu pantai-pantai Jawa dan Sumatra menewaskan 36.000 orang. Letusan gunung berapi tersebut sungguh dahsyat sehingga selama bermalam-malam langit bercahaya akibat debu lava berwarna merah.

15 Juni 1896

“Tsunami Sanriku” menghantam Jepang. Tsunami raksasa berketinggian 23 meter tersebut menyapu kerumunan orang yang berkumpul dalam perayaan agama dan menelan 26.000 korban jiwa.

17 Desember 1896

Tsunami merusak bagian pematang Santa Barbara di California, Amerika Serikat, dan menyebabkan banjir di jalan raya utama.

31 Januari 1906

Gempa di samudra Pasifik menghancurkan sebagian kota Tumaco di Kolombia, termasuk seluruh rumah di pantai yang terletak di antara Rioverde di Ekuador dan Micay di Kolombia; 1.500 orang meninggal dunia.

1 April 1946

Tsunami yang menghancurkan mercu suar Scotch Cap di kepulauan Aleut beserta lima orang penjaganya, bergerak menuju Hilo di Hawaii dan menewaskan 159 orang.

22 Mei 1960

Tsunami berketinggian 11 meter menewaskan 1.000 orang di Cili dan 61 orang di Hawaii. Gelombang raksasa melintas hingga ke pantai samudra Pasifik dan mengguncang Filipina dan pulau Okinawa di Jepang.

28 Maret 1964

Tsunami “Good Friday” di Alaska menghapuskan tiga desa dari peta dengan 107 warga tewas, dan 15 orang meninggal dunia di Oregon dan California.

16 Agustus 1976

Tsunami di Pasifik menewaskan 5.000 orang di Teluk Moro, Filipina.

17 Juli 1998

Gelombang laut akibat gempa yang terjadi di Papua New Guinea bagian utara menewaskan 2.313 orang, menghancurkan 7 desa dan mengakibatkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

26 Desember 2004

Gempa berkekuatan 8,9 pada skala Richter dan gelombang laut raksasa yang melanda enam negara di Asia Tenggara menewaskan lebih dari 156.000 orang.

Tahun 1775

Gempa mengguncang Lisabon. Pusat gempa di perairan Atlantik Utara, menyebabkan gelombang tsunami setinggi tujuh meter yang menghantam Portugal, Spanyol dan Afrika Utara, menyebabkan 60.000 korban jiwa.

10 April 1815

Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, NTB meletus. Letusannya setara dengan enam juta kali kekuatan bom atom. Selain menelan 100.000-an korban jiwa, semburan asapnya juga mencapai ketinggian 44 kilo meter dan mengakibatkan gelombang tsunami setinggi empat meter. Gelap gulita selama tiga hari akibat pekatnya debu terjadi dalam radius 600 kilo meter dari pusat letusan. Sementara itu, di bumi belahan utara, suhu turun hingga 0,7 derajat Celcius. Penduduk Eropa dan Amerika Utara pun harus merelakan satu musim panas di tahun itu. Perubahan cuaca yang drastis ini menyebabkan penyebaran wabah penyakit dan kelaparan akibat gagal panen di seluruh dunia.

27 Agustus 1883

Meletusnya Gunung Krakatau, gunung api bawah laut di Selat Sunda. Aktivitas gunung diawali 20 Mei 1883 berupa semburan abu dan uap setinggi 11 km dan suaranya terdengar sejauh 200 km. Puncaknya pada 27/8/1883 yang dentumannya terdengar hingga Singapura dan Australia. Erupsi menyemburkan batu apung dan abu setinggi 70-80 km, yang endapannya menempati area 827.000 km persegi. Runtuhan gunung api ini menimbulkan tsunami setinggi 20 m. Gelombang pasang itu menyebar hingga 120 km dari pusat letusan, diperkirakan sedikitnya 36.417 jiwa lenyap dan desa-desa di kepulauan sekitarnya musnah binasa.

31 Januari 1906

Gempa di Ekuador berkekuatan 8,8 Skala Richter di dekat pantai Ekuador dan Kolombia, memicu gelombang tsunami besar yang menewaskan 1.000 orang. Getaran gempa terasa sampai di seluruh pesisir pantai di Amerika Tengah, San Francisco dan Jepang.

1 Februari 1938

Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter terjadi di Laut Banda, Indonesia, memicu gelombang tsunami yang menyebabkan kerusakan di Banda dan Kai.

4 November 1952

Gempa 9 Skala Richer terjadi di timur semenanjung Kamchatka, Rusia, memicu gelombang tsunami di Hawai.

9 Maret 1957

Gempa berkekuatan 9,1 Skala Richter terjadi di Alaska. Gunung Vsevidof di pulau Umnak, kepulauan Andreinof meletus –setelah tidur 200 tahun– menimbulkan gelombang tsunami setinggi 15 meter yang sampai ke Hawai.

22 Mei 1960

Gempa terbesar yang tercatat dalam sejarah sebesar 9,5 Skala Richter terjadi di Chile. Menghancurkan Santiago dan Cencepcion. Gempa ini memicu gelombang tsunami dan letusan gunung berapi, sekitar 5.000 orang tewas dan dua juta orang kehilangan rumah.

4 Februari 1964

Gempa di Alaska berkekuatan 8,7 SR memicu gelombang tsunami setinggi 10,7 meter di pulau Shemya.

26 Desember 2004

Gempa bumi tektonik berkekuatan 8,5 SR berpusat di Samudra India (2,9 LU dan 95,6 BT di kedalaman 20 km (di laut berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam). Gempa itu disertai gelombang pasang (Tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Thailand.

Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1) mencapai 127.672 orang. Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang.PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara.

17 Juli 2006

Gempa melanda pantai selatan Pulau Jawa pada Senin (17/07) dan membuat air laut surut hingga satu meter selama sekitar tujuh menit, sekitar 20 menit sejak gempa tersebut terjadilah tsunami setinggi tiga hingga empat meter dan sampai ke darat bahkan ada yang mencapai enam meter.Berdasarkan data United States Survey Geological (USGS) gempa terjadi Senin pukul 15.19 WIB itu berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) dan lokasi episentrum gempa sendiri berada sekitar 260 km arah selatan Kota Bandung di 9,295 LS dan 107,347 BT dengan kedalamannya 48 kilometer.

Sementara itu data Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyatakan gempa berpusat pada 9,41 Lintang Selatan dan 107,19 Bujur Timur, tepatnya di pantai selatan Jawa, Samudera Hindia berjarak 620 kilometer dari Bandung ke arah Selatan dan berkedalaman 33 kilometer dari permukaan laut dengan kekuatan gempa mencapai 6,8 skala richter.

Menurut catatan Sekretaris Menko Kesra pada Selasa (18/07), jumlah korban meninggal mencapai 341 orang, sedangkan korban hilang sekitar 229 orang. Korban meninggal terbanyak ada di Jawa Barat yaitu berjumlah 239 orang terdiri atas Ciamis atau Pangandaran sebanyak 182 orang, Tasikmalaya 54 orang dan Banjar tiga orang. Sedangkan Jawa Tengah berjumlah 102 orang yang terdiri dari Cilacap 91 orang, Kebumen tujuh orang dan Gunung Kidul empat orang.

12 september 2007

terjadi gempa bumi di sekitar Bengkulu berkekuatan 7,9 skala richter, berpotensi menimbulkan tsunami, namun sampai 2 jam tidak terjadi tsunami. korban meninggal sampai tgl 13 berjumlah 7 jiwa.

Yucatan Peninsula, Meksiko (65 Juta SM)

Berdasarkan peninggalan dan jejak yang ditemukan, kira-kira 65 juta tahun yang lalu, di akhir masa Cretaceous, telah terjadi tumbukan meteorit besar di daerah Yucatan Peninsula, Meksiko. Jejak yang ditinggalkan kira-kira sepanjang teluk Meksiko dan AS. oleh karena itu sang meteorit mungkin boleh jadi seluas WashingtonDC.

Sementara peninggalan yang hingga kini masih bisa dilihat adalah beberapa bongkah batu pasir di puncak bukit di wilayah Arkansas. Terletak sekitar 120 Km sebelah Timur Laut Little Rock.

Santorini, Yunani (1650-1600 SM)

Perlu diketahui bahwa Santorini adalah pulau vulkanik di Laut Aegean, sekitar 75 km sebelah Tenggara Yunani. Antara tahun 1650 dan 1600 SM, gunung di sini dikabarkan meletus danmemicu Tsunami setinggi 100-150 m. Hempasannya menghancurkan pesisir utara pulau Kreta sejauh 70 km, ternasuk armada Minoan di sepanjang pantai utara pulau Kreta.

Lisbon, Portugal (1755)

Gempa tersebut memicu tsunami di Samudra Atlantik. Sedemikian hebatnya sampai menyebabkan kebakaran di berbagai daerah. Korban tewas mencapai 100.000 orang atau lebih dari sepertiga penduduk Lisbon.

Bencana ini untukpertama kalinya meninggalkan catatan mengenai fenomena yang berkaitan dengan banyak binatang. Mereka diduga merasakan bahaya dan berhamburan sebelum tsunami datang.

Krakatau, Indonesia (26 Agustus 1883)

Krakatau dulunya merupakan pulau vulkanik di selat Sunda. Pada tanggal 26 Agustus 1883 pulau ini meletus dan menimbulkan bencana yang luar biasa. Letusannya diperkirakan setara dengan 200 megaton TNT sehingga sebagian pulau hancur, bahkan lenyap dari permukaan laut. Tsunami yang terjadi diperkiran sangat dasyat dengan tinggi gelombang lebih dari 40 meter. korban tewas akibat letusan ini sekitar 36 ribu jiwa, tapi yang tewas akibat tsunaminya tidak diketahui. Tsunami yang terjadi menjalar sampai ke daratan Jawa dan Sumatra, bahkan mencapai wilayah samudra hindia, Pasifik, Amerika Utara, pesisir barat AS, serta terusan Inggris.

Jepang (1605-1993)

Jepang merupakan daerah yang paling sering terjadi tsunami, berikut catatannya,

1605

menghantam Nankaido, menewaskan 5.000 orang

1703

menerpa Awa, melelan sekitar 100 ribu orang

di tahun yang sama juga menerjang daerah Tokaido-Kashima, menewaskan 5.233 orang.

1707

menerjang daerah Tokaido-Nankaido, menewaskan 30 ribu orang

1771

menghantam daerah Ryukyu, menewaskan 13.486 orang

1792

menghantam barat daya kyusu, menewaskan 15 ribu orang

1829

tidak diketahui menerjang daerah mana tetapi menewaskan 27 ribu orang

1896

Menerjang Sanriku kurang lebih 20.000 orang tewas dalam peristiwa ini

1933

Menghantam Sanriku menewaskan 3.008 orang

1960

Menyapu Onagawa, menewaskan 122 orang

1993

menerjang Okushiri, menelan korban 202 orang.

berbagai sumber

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s