Navajo-Code-Talkers

Sandi Navajo Yang Sulit Dipecahkan

Codetalkers in Action

Navajo Code ini adalah sandi yang digunakan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Rasanya tidak pula berlebihan jika dikatakan bahwa Navajo Code ini merupakan salah satu poin penting yang membuat Amerika Serikat (dan sekutu) memenangkan perang dunia sehingga saat itu ada istilah

The unbreakable code that even the best cryptographer failed to break yang artinya Bahkan Kriptografer handal pun tak mampu memecahkannya.

Sebagaimana diketahui,Kriptografer atau Pembaca Sandi memainkan peranan penting pada saat Perang Dunia II, Awalnya ide untuk menggunakan bahasa Suku Indian tersebut sebenarnya muncul pada saat Perang Dunia I

Adalah seorang Insinyur Sipil yang bernama Philip Johnson yang tinggal di California, Ia tumbuh di lingkungan dimana lingkungan sekitar nya banyak tinggal orang Indian Navajo, saat itulah Ia terpikir olehnya untuk menggunakan bahasa Navajo dalam pertempuran untuk mengirimkan pesan dan sandi dgn aman.

dan selanjutnya digunakan saat perang di wilayah2 invasi sekutu seperti Guadalcanal, Tinian, Saipan, Bouqanville, Tarawa, and Iwo Jima. Bahkan menurut pihak sekutu,apabila tanpa peran Navajo Code Talker’s ini Iwo Jima mustahil direbut dan tidak akan jatuh ke tangan sekutu.

Bermula di suatu daerah di Kanada, suku2 Indian yang direkrut untuk berperang pertama tama dikumpulkan dalam suatu kamp yang bernama Camp Pendleton di selatan California, disini mereka dilatih untuk mempelajari kode2 militer yang biasa digunakan agar nantinya siap diterjunkan ke medan perang

Suku2 Indian yang direkrut terdiri dari beberapa sub-suku Navajo, diantaranya :

1. 17 orang dari subsuku Chippewa dan Oneida.

2. 17 orang dari subsuku Comanche.

3. 19 orang dari subsuku Sac dan Fox.

4. 11 orang dari subsuku Hopi.

Kenapa Navajo Code ini sulit sekali untuk dipecahkan, padahal saat itu para Jepang itu nggak kalah pintar dalam soal memecahkan kode?

ternyata bukan karena susunan kode tersebut yang rumit,tetapi hanya karena alasan2 sederhana sampai kode tersebut sulit dipecahkan

Yaitu :

Tidak lebih dari 30 orang non-Navajo di dunia (pada saat itu) yang mengerti, apalagi dapat bicara menggunakan, bahasa salah satu suku Indian ini. Menurut Wikipedia, struktur tata bahasanya juga tidak biasa, sehingga menambah kesulitan bagi mereka2 yang cukup pintar untuk mengenali pola tata bahasa. Jadi,semakin kecil kemungkinan untuk para kriptografer memecahkan kode ini, atau meniru kode ini untuk mengirimkan sandi palsu.

Selain itu,menurut sumber yang lain kode itu dikembangkan hanya dalam kelompok kecil. Hanya 29 orang dari suku Navajo yang direkrut, untuk kemudian diminta membuat sandi dari bahasa tersebut.Yup benar otomatis hanya 29 orang ini yang tahu seluk beluknya sandi.

Bahwa kunci dalam Kode Navajo dalam Perang Dunia II ini adalah kata2 tertentu harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dan kemudian diambil huruf pertamanya

Selain Jepang yang berusaha untuk memecahkan kode tersebut, bahkan Adolf Hitler pun sampai2 menugaskan beberapa antropolog untuk mempelajari bahasa Navajo ini, tetapi baru sampai ke tahap mengenalinya sebagai bahasa Navajo. Tapi karena memang bahasanya yang sulit, para antropolog itu gagal belajar dalam waktu yang ditetapkan.

Dan pada saat bertempur di medan perang, Jepang berhasil menangkap serdadu2 Navajo ini yang kemudian ”dipaksa” untuk mengartikan kode2 itu. dan hasilnya gagal dikarenakan bahwa kode itu hanya bisa dipecahkan oleh mereka yang menguasai bahasa tersebut.

Seorang Code Talker’s selalu didampingi oleh serdadu yang disebut Belakana sebagai “Bodyguard” untuk melindunginya dari serangan musuh untuk dijadikan tawanan perang.

Para prajurit2 Navajo ini dalam tugasnya mengirim dan menerima sampai 800 pesan dan istimewanya dari 800 pesan tersebut tidak ada yang salah atau error satu pun dimana sandi2 yang dikirim oleh pasukan musuh membutuhkan waktu dalam hitungan menit untuk menerjemahkannya, sandi Navajo langsung dapat diterjemahkan tanpa menunggu waktu lama.

Selama PD II hanya 7 orang dari prajurit Navajo yang tewas di medan perang, dan diantaranya mendapat medali kehormatan “Purple heart”. Setelah perang berakhir kode tersebut menjadi Top Secret pihak sekutu sampai dengan tahun 1968.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s