Deformasi Gunung Kelud Pasca pembentukan Kubah Lava November 2007

Erupsi Gunung Api Kelud pada tahun 2007 diawali dengan peningkatan kegempaan pada September 2007. Letusan tersebut berakhir dengan terbentuknya kubah lava di danau kawah pada 3 November 2007.  Kejadian ini merupakan peralihan sifat erupsi yang sebelumnya eksplosif menjadi efusif.

Pada pengamatan dengan metode GPS selama tiga sesi, yaitu: April, Agustus, dan Oktober 2008 terlihat bahwa pola vektor pergeseran tiap titik ukur lebih dominan dipengaruhi oleh gaya-gaya yang bekerja akibat aktivitas struktur geologi terutama fase penstabilan kerak setelah fase akhir erupsi November 2007.  Pergeseran yang diakibatkan oleh aliran magma bersifat minor, dan terjadi hanya pada titik-titik ukur yang berada di dekat Kubah Lava dengan kedalaman relatif dangkal, serta berasosiasi dengan zona aseismik.

Deformasi yang terjadi akibat migrasi magma ke permukaan kemudian dihitung untuk mengetahui besarnya supply magma dari sumber yang lebih dalam ke kantong magma yang lebih dangkal (injeksi magma).  Perbandingan besarnya supply magma terhadap magma yang diinjeksi menggambarkan kondisi deformasi yang terjadi selama April – Oktober 2008.

Pada periode tersebut Gunung Kelud masih mengalami inflasi (penggembungan).  Inflasi ini menunjukkan bahwa aktivitas magma masih terjadi, tapi bersifat semu karena tidak didukung oleh manifestasi di permukaan. Kenyataan tersebut bisa terjadi karena ketidaksinambungan data atau merupakan bagian dari kecenderungan deflasi.

sumber : Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 5 No. 1 Maret 2010: 13-30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s