Menyibak Rahasia Antartika

Upaya para peneliti melakukan pengeboran terhadap lapisan pantai di Antartika, boleh jadi merupakan penelitian yang menarik paling tidak selama satu pekan terakhir. Bagaimana tidak, dari pengeboran itu, para peneliti memeroleh data bahwa 52 juta tahun yang lalu, benua Antartika merupakan vegetasi hutan hujan tropis yang subur. Tentu, hal ini menjadi fakta menarik terlebih perubahan dari hutan menjadi wilayah yang beku seperti sekarang ini, pasti memerlukan perubahan sangat esktrim terkait temperatur daerah setempat.

Sebagaimana dilansir slashgear.com, upaya para peneliti itu didasarkan pada isu terkait masalah global warming. Mereka berasumsi bahwa daerah itu akan kehilangan lapisan es abadinya lagi, hanya dalam beberapa dekade mendatang.

Para peneliti menyatakan bahwa mereka menemukan fosil jasad renik di sebuah sedimen inti lapisan es. Renik tersebut, hanya ada di sebuah vegetasi hutan hujan tropis. Berdasarkan temuan itu, mereka berkesimpulan bahwa lingkungan sekitarnya merupakan kawasan hutan yang terjadi pada 34 hingga 56 juta tahun yang lalu.

Adapun Kevin Welsh, seorang ilmuwan asal Australia yang ikut serta dalam sebuah ekspedisi Antartika tahun 2010 lalu, menjelaskan bahwa kelompoknya telah menemukan molekul yang menjadi petunjuk dulunya antartika memiliki suhu hingga 68 derajat fahrenheit pada 52 juta tahun yang lalu.

Mereka yakin bahwa tingginya kandungan karbon dioksida di atmosfir merupakan pemicu utama hangatnya suhu di Antartika pada saat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s