Seorang Pria Tak Berkaki Taklukan Puncak Kilimanjaro


“Saya lakukan ini untuk mengilhami orang lain, supaya bisa mengatasi kendala dan tantangan mereka sendiri,”

Berbagai kisah perjuangan para kaum difabel selalu saja memberikan inspirasi bagi mereka yang menyimaknya. Bagaimana tidak, meski dengan keterbatasan fisik, tak sedikit diantaranya yang bisa menorehkan prestasi membanggakan menembus sekat yang membatasi mereka untuk beraktivitas. Kisah inspiratif lainnya, kini datang dari Toronto, Kanada. seorang pria yang tak memiliki sepasang kaki, berhasil menaklukan keganasan dan tantangan alam dengan membuktikan diri mampu mendaki menggunakan kedua tangannya hingga ke puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro yang memiliki ketinggian 19 ribu kaki.

Spencer West (31), demikian nama pria tangguh ini. Ia ditakdirkan tak memiliki kedua pasang kaki sejak berusia lima tahun. Sejak ia lahir, dokter telah memvonis dirinya mengidap sebuah kelainan genetika yang menyebabkan tulang punggungnya tak berkembang. Penyakit itu pun telah menyebabkan kelainan pada kedua kakinya. Saat usianya baru menginjak tiga tahun, ia sudah harus menghadapi kenyataan kakinya diamputasi mulai dari hingga bagian bawah lutut. Dua tahun kemudian, dokter juga memutuskan untuk mengamputasi seluruh kakinya hingga ke bagian panggul.

Pada saat itu, dokter sempat memperkirakan bahwa West tak akan bisa berperan besar di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, komentar itu disanggah olehnya.

Terbukti, ia kini sanggup menaklukan salah satu puncak tertinggi di dunia, Gunung Kilimanjaro.

Sebelum melaksanakan misinya itu, West menjalani pelatihan selama satu tahun di gunung yang berada Tanzania, Afrika ini. Ia mulai berangkat pada tanggal 12 Juni lalu bersama dua orang sahabatnya David Johnson dan Meers Alex.

Perjalanan ke puncak memakan waktu hingga tujuh hari. Mereka mendaki melalui jalur hutan Tanzania. Salah satu yang menjadi tantangannya yakni kombinasi antara trek gurun dan lapisan bersalju. Hampir 80 % perjalanan, ia mengandalkan kedua lengannya untuk bergerak mendaki gunung. Hanya beberapa trek saja yang memang dinyatakan aman bagi West untuk menggunakan kursi roda.

Trio itu berhasil sampai ke pendekatan akhir pada hari Minggu dan naik keesokan paginya untuk pendakian ke puncak Uhuru. Akhirnya, mereka mencapai puncak pada pukul 11:15 setelah melewati pendakian melelahkan selama tujuh jam lamanya.

Ketika mencapai puncak, ia hanya sanggup menggambarkan pemandangan sebagai sesuatu yang sangat luar biasa. Di sana ia mendapati bendera KTT yang dianggapnya seperti fatamorgana.

“Kami melihat sekeliling dan menyadari bahwa setelah pendakian melelahkan selama tujuh hari tanpa henti, setelah melewati trek sepanjang 20.000 kaki, keringat darah, air mata dan muntah ternyata kita benar-benar berhasil. Tak sia – sia meskipun jari berdarah dan lecet semua,” ungkapnya dengan penuh keharuan., sebagaimana dilansir Dailymail.

Dia menambahkan bahwa misinya itu tak hanya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu, namun ada misi mulia yang ingin ia berikan kepada seluruh umat manusia di dunia terutama bagi para difabel. “Saya lakukan untuk mengilhami orang lain, supaya bisa mengatasi kendala dan tantangan mereka sendiri,” tandasnya.

Menurut West, mencapai puncak Kilimanjaro merupakan hal yang paling menantang baik itu secara mental maupun fisik. Namun, dengan begitu dia juga berhasil menempa rasa kepercayaan dirinya sehingga bisa dijadikan motivasi bagi orang lain.

Dari pendakian melelahkan itu pula, West berhasil mengumpulkan donasi sebesar £300.000. Rencananya, dana itu akan ia berikan kepada badan amal yang bergerak di bidang perlindungan anak – anak serta disumbangkan bagi warga Kenya yang tengah dilanda kekeringan. Luar biasa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s