Cara Praktis Menangkal Serangan Spam

Pernahkah anda dibanjiri e-mail yang menawarkan jasa, produk, beasiswa atau penawaran lainnya? Padahal informasi-informasi tersebut tidak anda minta, disamping pula anda tidak kenal pengirimnya. Jika ya, sepertinya anda termasuk target spammers.
Spam disebut juga sebagai unsolicited bulk e-mail (UBE). E-mail semacam ini memiliki beberapa karakteristik yang cukup menonjol, terutama yaitu adalah si penerima (recipient) belum dan tidak pernah menyetujui atau memberi izin e-mail tersebut dikirim kepadanya.
Di beberapa Negara, spam telah menjadi bahasan serius. Amerika misalnya, telah mengesahkan UU khusus anti-spam. CAN-SPAM Act (Controlling the Assault of Non-Solicited Pornography and Marketing) di tahun 2003. Demikian pula dengan Inggris, yang telah menerapakan undang-undang (UU) anti spam sejak 11 Desember 2003 lalu.
Untuk menangkal serangan spam, bisa dilakukan oleh siapapun dengan beberapa langkah. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan sebagai upaya menangkal spam.
Pertama, layanan e-mail berbasis web semisal yahoo dan gmail sebenarnya sudah menyediakan fasilitas penangkal spam. Jadi, semua kiriman yang dianggap spam akan langsung dimasukan ke folder spam atau junk mail. Ketika ada email spam yang lolos ke mailbox, segera tandai subyeknya sebagai spam atau di blacklist. Nantinya jika ada kiriman serupa, maka secara otomatis akan dimasukan ke folder spam.
Kedua, Jangan pernah merespon kiriman e-mail dari orang yang tidak dikenal. Spammers biasanya mengirimkan e-mail ini secara masal. Sebaiknya langsung dihapus atau tandai sebagai spam. Anda juga tidak perlu mengirimkan e-mail “remove” atau “unsubscribe” karena hal ini justru akan memberikan informasi bahwa e-mail anda aktif. Akibatnya, mereka akan semakin membanjiri mailbox kita dengan berbagai macam tawaran.
Ketiga, gunakan alamat email yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan anda.
Keempat, jangan tampilkan alamat email pribadi di situs, semisal facebook, myspace, ataupun blog.
Kelima, jika dirasakan harus mencantumkan email maka gantilah simbol “@” dengan menggunakan [at], sehingga tidak dapat dibaca otomatis oleh mesin spammers.
Keenam, jika anda merasa sangat terganggu dengan kiriman spam terutama yang menggunakan bahasa Indonesia, silahkan laporkan kepada tim khusus penanggulangan spam di alamat abuse@apjii.or.id
Ketujuh, ikuti selalu informasi terkini mengenai spam secara global serta penanggulannya di alamar http://www.spamhaus.org.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s