Download EBook : Anglo Saxon dan Konstruksi Identitas Sosial

Anglo Saxon Warrior

Anglo Saxonism and The Construction of Social Identity merupakan buku yang sangat menarik untuk dipelajari terutama bagi para mahasiswa peminat cultural studies. Buku ini mengupas tuntas tentang anglo saxonism dan bagaimana konstruksi identitas sosial yang dilekatkan pada mereka. Materi bukunya bisa di download disini.

Adapun, istilah Anglo-Saxon digunakan oleh para sejarawan untuk menunjuk suku-suku Jerman yang menduduki selatan dan timur Britania Raya dimulai pada awal abad ke-5, dan merujuk pada periode pembentukan bangsa Inggris hingga penaklukan Normandia. Berdasarkan angka tahunnya, era Anglo-Saxon menunjukkan periode sejarah Inggris antara sekitar 550 dan 1066 Masehi. Istilah ini juga digunakan untuk bahasa yang kini disebut Inggris Kuno, diucapkan dan ditulis oleh Anglo-Saxon dan keturunan mereka.

Sementara itu, kedatangan bangsa Anglo Saxon ke Inggris ini kemudian melahirkan satu bangsa baru, yaitu Inggris yang mengusai Britania. Setelah itu diikuti oleh kaburnya Bangsa Romawi meninggalkan Britania sekitar tahun 410. Penduduk Britania yang telah ‘diromawaikan’ merasakan bangkit lagi. Pada tahun 446, raja tertinggi Britania, Vortigern, mengundang sejumlah orang Saxon Jerman dari Rheinland ke Britania sebagai tentara bayaran untuk mendukungnya dalam perang melawan orang Pict. Bangsa Saxon unjuk kekuatan di bagian tenggara. Namun, antara tahun 500 hingga 539, kemajuan mereka dibendung oleh orang Briton (penduduk asli Inggris) yang dipimpin oleh Raja Arthur.

Setelah pertempuran besar pada tahun 552, bangsa Saxon mulai mengambil alih bagian selatan dan tengah Inggris. Banyak orang Briton terbunuh atau kehilangan tanah. Kemudian, mereka berpindah ke Wales, Cornwall, Irlandia, Skotlandia, dan Brittany di Perancis, serta Spanyol bagian barat-laut.

Ada catatan tentang infiltrasi Jerman ke Inggris pada saat sebelum runtuhnya Kekaisaran Romawi. Diyakini bahwa para pengunjung Jermanik yang paling awal adalah delapan kohort Batavia yang tergabung dalam Legiun 14, di dalam pasukan invasi original di bawah pimpinan Aulus Plautius pada tahun 43 Masehi. Ada hipotesis bahwa beberapa suku-suku asli, yang diidentifikasi sebagai Britons (warga Inggris) oleh Romawi, mungkin sudah berbicara bahasa Jerman, meskipun kebanyakan para ahli modern membantah hal ini.

Kedatangan Anglo-Saxon ke Inggris dapat dilihat dalam konteks sebuah gerakan umum orang-orang Jerman sekitar Eropa antara tahun 300 dan 700, yang dikenal sebagai periode Migrasi (juga disebut Invasi Barbar atau Völkerwanderung). Pada periode yang sama, terdapat migrasi Britons (warga Inggris) ke Semenanjung Amorican (Brittany dan Normandy di Perancis modern). Migrasi tahun 460an diperkirakan adalah sebuah reaksi terhadap pertempuran selama pemberontakan Anglo-Saxon yang berlangsung antara 450-500 Masehi, begitu juga migrasi ke Britonia (Galicia saat ini, di barat laut Spanyol) pada waktu yang sama.

Kelahiran Inggris
Pada masa puncak penyerbuan Jerman, banyak orang Jerman berpindah ke Inggris. Selama abad ke-6 dan ke-7, mereka perlahan mendiami negeri ini. Berbagai kota, desa, dna pertanian Inggris ditinggalkan. Gereja Kristen Celtik juga ikut mengalami kemunduran. Orang Jerman membawa pola pertanian dan kepemilikan baru. Sejumlah suku penyembah berhala kemudian perlahan membentuk beberapa kerajaan. Akhirnya terbentuklah tujuh kerajaan:

1. Anglia Timur (diperintah oleh orang Anglo)
2. Mercia (diperintah oleh orang Anglo)
3. Northumbria (diperintah oleh orang Anglo)
4. Essex (diperintah oleh orang Saxon)
5. Sussex (diperintah oleh orang Saxon)
6. Wessex (diperintah oleh orang Saxon)
7. Kent (diperintah oleh orang Juta)

Pada tahun 597, Roma mengirim Agustinus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa Saxon. Namun pada tahun 620, orang Saxon kembali menyembah berhala. Mereka kembali memeluk agama Kristen berkat misi yang dilakukan oleh orang Kristen Celtik. Ketujuh kerajaan itu kerap saling berperang untuk memperoleh kekuasaan dan meraih gelar Bretwalda (penguasa Britania). Pada abad ke-7, para raja Northumbria, yaitu Edwin, Oswald, dan Oswy, berhasil meraih kekuasaan tertinggi. Diikuti oleh Raja Mercia, yaitu Ethelbald dan Offa pada abad ke-8, Egbert dari Wessex merupakan raja dari Inggris bersatu pada tahun 829.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s