Motor Berbahan Bakar LPG

LPG

Satu unit sepeda motor Honda GL 100 buatan tahun 1992 diparkir di halaman kantor bagian Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Pekerjaan Umum DIY, Bumijo, Yogyakarta. Ada yang berbeda dari motor berplat merah dengan nopol AB 2728 UA ini. Satu buah tabung elpiji berukuran tiga kilogram berwarna hijau yang biasa digunakan untuk memasak, dipasang di bagian belakang motor tersebut. Untuk memasangnya, Tri Haryoko, si pemilik motor ini menggunakan dudukan dari besi dan digembok untuk menjamin keamanannya. Di bagian atas tabung, terdapat regulator dengan pengatur dan indikator tekanan gas. Sebuah slang juga dipasang, menyambungkan bagian regulator dengan karburator sepeda motor bekas yang dibeli Tri seharga Rp 25 ribu di pasar loak. Pemasangan slang cukup apik mulai dari bagian belakang motor, melewati bawah jok kemudian berakhir di karburator. Sementara di bagian tangki bensin menempel stiker bertuliskan Eco LPG, Alternative Fuel Systems.

“Saya mencoba mengganti bahan bakar motor ini menggunakan gas. Idenya cukup sederhana, berawal dari adanya anjuran pemerintah tentang konversi BBM ke BBG (Bahan Bakar Gas). Kan sudah ada mobil yang pakai, lha saya mikir, kalau mobil saja bisa, motor pun pasti bisa,” jelas Tri Haryoko, PNS di lingkungan ESDM DIY, menjelaskan karyanya berupa sepeda motor berbahan bakar pure gas.

Ide liar pria kelahiran Bantul 25 Juni 1982 ini pun terbukti benar. Bahan bakar gas itu bisa digunakan untuk sepeda motor yang digunakannya untuk bepergian dari rumahnya yang berada di Dusun Wanujoyo Lor, Srimartani, Piyungan, Bantul menuju tempat kerjanya di Bumijo, Yogyakarta. Total, sepeda motor ini diperkirakan sudah melahap jarak tempuh lebih dari 70 kilometer sejak digunakan selama tiga minggu terakhir. “Masih perlu penyesuaian karena sebenarnya masih bisa ditingkatkan efisiensinya,” jelas ayah dua anak ini.

Sejauh ini, satu tabung elpiji baru bisa digunakan untuk dua hari perjalanan pergi pulang ke kantornya. Uniknya, suami dari Kristanti Mutia ini mengaku bahwa sisa tabung elpiji masih bisa digunakan untuk memasak selama satu minggu. Tabung tersebut memang masih menyimpan gas, ketika sudah tidak mampu menyalakan sepeda motor. Menurut Tri, gasnya masih tersisa namun tekanannya yang sudah jauh berkurang sehingga kurang kuat untuk mencapai dapur pacu sepeda motor.

Untuk memeroleh hasil ini, Tri sempat melakukan riset selama sekitar satu bulan dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 400 ribu. Termasuk diantaranya melakukan percobaan yang tak jarang menemui kegagalan semisal mesin yang tak mau menyala. Penyebabnya mungkin terkesan sepele, namun cukup sulit untuk membuatnya. Yakni bermasalah pada bagian jarum skep yang berfungsi untuk mengukur pasokan gas ke dapur pacu mesin. Jika terlalu banyak gas, motor tidak akan mau menyala karena busi pematik tidak mampu membakar gas, begitu pula jika gas terlalu sedikit, mesin pun tidak mau menyala. Sehingga harus benar – benar presisi menentukan ukuran jarum skep. Pun demikian halnya ketika menyalakan sepeda motor. Kakinya harus mengengkol pedal, tangan kiri memegang gas, sementara tangan kanannya memegang pengatur gas di regulator yang diputar – putar untuk memeroleh pasokan gas yang tepat. Cara ini mirip ketika seseorang tengah mencari gelombang radio yang pas secara manual. Saat pasokan gas mencukupi, mesin pun seketika menyalak. Tidak ada perbedaan dengan sepeda motor yang menggunakan bahan bakar minyak. Demikian halnya ketika dikendarai, motor tersebut sanggup dipacu hingga menyamai kecepatan pada sepeda motor berbahan bakar minyak.

“Kalau dibandingkan dengan menggunakan bensin, sistem ini sebenarnya jauh lebih sederhana, karena bahan bakar sudah berupa gas, sedangkan bensin harus melalui proses pengabutan dulu sebelum akhirnya dibakar di dapur pacu mesin. Secara struktur, alurnya sama saja,” jelasnya.

Namun sejumlah kendala masih ia hadapi. Diantaranya, mesin sepeda motor masih harus diengkol berkali – kali hingga bisa menyala. Selain itu, jika cuaca dingin, mesin motor juga sulit dihidupkan. Permasalahannya masih pada pengatur pasokan gas yang belum tepat. Menurutnya, ada sistem yang lebih canggih, seperti pasokan gas yang mampu membuka ketika kunci motor diputar. Namun percobaan yang dilakukan Tri belum sampai pada tahap itu. “Sementara ini sekadar membuktikan bahwa gas bisa jadi bahan bakar sepeda motor saja dulu, ,” jelas PNS lulusan STM bidang otomotif ini.

Sebelum sampai pada hasil seperti ini, Tri sempat menuai pendapat negatif dari beberapa orang. Sebagian besar menyangsikan bahwa ide itu akan berhasil. Sementara sebagian lainnya, mendukung penuh upaya itu. Kini, setelah berhasil, Tri pun kerap kali menjadi pusat perhatian pengguna jalan lainnya. Berkali – kali ia ditanya pengendara motor yang kebetulan sama – sama berhenti di lampu merah. Sebagian besar mengaku penasaran mengenai keberadaan sebuah tabung gas di sepeda motor miliknya itu.

Rencananya, sepeda motor itu akan dikembangkan lagi hingga bisa mencapai hasil maksimal. Diantaranya membenahi sistem pengaturan pasokan gas. “Kebijakan pemerintah tentang plat merah yang tidak boleh menggunakan premium juga menjadi alasan tersendiri, setidaknya saya sudah tidak menggunakan premium lagi,” pungkasnya

One thought on “Motor Berbahan Bakar LPG”

  1. mungkin ini perlu dipertimbangkan
    1. mampu ditanjakan ?
    2. start,stop saat macet di jalan, mensin nggak mati ?
    3. tidak merubah spesifikasi di stnk (bahan bakar:bensin) ?
    4. jika lpg habis, dorong ?
    5. asklerasi kontan: saat menyeberang atau nyalip ?
    nah jika bisa semua, berarti motor anda OK
    jawabannya ada di bensinvslpg.blogspot.com
    silahkan di baca, kalau bisa dibikin, murah, mudah
    saya share koq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s