27 Oktober Kisah Tragis Sang Prajurit Leeds United

Laga antara Leeds City kontra Burnley di Ellen Road pada 27 Oktober 1906 menjadi salah satu pertandingan yang paling dikenang dalam sejarah klub yang kini bernama Leeds United itu. Sayang, laga itu bukan dikenang karena hasil akhirnya, tapi lebih kepada akibat insiden meninggalnya seorang pemain saat pertandingan berjalan.

Adalah pemain depan Leeds, David “Soldier” Wilson yang harus tutup usai dalam laga tersebut. Kala itu, usianya masih 23 tahun. Diduga, dia mengalami serangan jantung ketika sedang bertanding.

Sebutan “Soldier” didapatkannya dari cara dia memulai karier. Wilson merupakan satu dari tiga pemain yang justru mulai terkenal sebagai pebola saat masih tergabung di dalam kesatuan Army.
Wilson sendiri baru melakoni debutnya bagi Leeds pada Desember tahun sebelumnya. Dia ditransfer dari Hull City dengan nilai transfer 150 pounds kala itu. Wilson terkenal sebagai penguman yang berbakat, tapi juga tajam saat mencetak gol. Dia mengemas 13 gol dalam 15 laga pada musim pertamanya itu, namun sempat absen dalam delapan laga akhir musim 1905-06 dan beberapa laga awal musim berikutnya akibat dibekap cedera ligamen.

Ketika Leeds menjamu Burnley, Wilson yang sudah tampil dalam lima laga sebelumnya, tapi sama sekali tak mencetak gol. Laga itu sendiri memang terbilang keras, seorang pemain Leeds, Jack Lavery, juga mendapat cedera karenanya. Lalu, setelah 60 menit laga berlangsung dan masih tanpa gol, Wilson ditarik menuju ruang ganti karena mengeluhkan sakit di dada yang tak tertahankan lagi.

Hanya saja, 15 menit kemudian, cedera lain memaksa winger kiri Leeds, Harry Singleton harus menyudahi permainannya. Sementara Singleton ditarik keluar dan Lavery masih kesakitan, Wilson akhirnya memutuskan kembali masuk lapangan, tak memedulikan rasa sakitnya sendiri dan melawan nasihat dari yang lain.

Diberitakan Yorkshire Evening Post kala itu: “Meski dadanya amat sakit, Wilson mengatakan tak bisa tinggal diam sementara tim Leeds CIty sedang berada dalam kesulitan.”

Tapi, setelah beberapa menit, rasa sakit dadanya itu bertambah hebat. Wilson harus ditarik keluar kembali. Dia berendam di bak air hangat, di mana akhirnya dia kehilangan kesadarannya, dan kemudian meninggal dengan diagnosa gagal jantung. Pertandingan masih berjalan saat Wilson menghembuskan nafas terakhirnya dan akhirnya justru Burnley yang memenangi laga itu 1-0 lewat gol telat.

Setelah meninggalnya Wilson, setidaknya sudah ada enam pebola pada eranya yang juga meninggal saat bermain. Tapi, Wilson tercatat sebagai pemain pertama yang tutup usia ketika laga masih berlangsung. Istrinya mengatakan kematian Wilson juga dipengaruhi oleh pengaruh rokok. Sebab, Wilson merupakan perokok berat.

sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s